Pengalaman mengajarkan kita tentang hal terkesan konyol dimasa lalu. Salah satunya adalah saat menikmati kopi. Ketika jaman masih muda belia didunia kopi, asal menikmati kopi sembarangan, kopi yang saya rasa akhirnya ngerti, itu bukan kopi murni, buka spesial yang sesungguhnya..Yaa.. Kopi yang spesial tentunya banyak digemari oleh penikmat asli yang biasa disebuat coffee lover. Akhirnya sadarrrr...
Mereka menikmati kopi yang benar benar murni. Dari sebuah biji kopi yang sudah terpilih kemudian di roasting. Dan akhirnya dinikmati dalam segelas kopi, atau secangkir kopi yang panas! Menghirup aroma kopi yang semerbak. Khas kopi adalah ritual awal. Yang betul betul bisa dipahami. Bukan sekedar menghirup sirup kopi, beda! Kopi hanya dapat dinikmati penikmatnya. Kopi premium bukan asal, dan kopi yang sebenarnya ternyata bukan sekedar asal seruput kopi.. Nah lhoo..
Wajar saja seorang pemula, begitu ketakutan akan pahitnya kopi. Ada ang aneh bag pemula, ketika menikmati kopi dengan segala gayanya.. Minum bergelas gelas dalam satu waktu.. Beuuhh.. Ini minum kopi apa hauss ya.. Hehehe... Kadang pemula suka meng-judge tentang kopinya yang hebat.. Karena sudah sesuai dengan orang lain. Stop!.. Ini bukan Itu. Itu bukan ini. Hehehe.. Tapi yaa.. Gitu deh. Pengopi pemula. Tapi konten belajar dimasa lalu, akhirnya runtuh juga. Gaya yang saya ceritakan diatas sudah rubuh. Manakala... Sesuatu mengilhami tentang manfaat dan etika ngopi mulai dipahami.
Tarraaammmmm..! Roda berputar. Waktu bergiliran datang. Selera akhirnya berbicara.. Eithh..
Kopi Hitam! Kopi yang gak lagi peduli dengan segala istilah, akhirnya kutemukan sesuatuh bangett.. Ini kopi hitam yang murni. Kopi murni yang betul. Mau tahu...? Sebuah sentakan halus.. Mulai menari nari di rongga mulut. Bau kopi mengitari seluruh gigi dari depan hingga gerahammm.. Lidah seolah terbungkus oleh 'senyawa' kopi... Wuzzzz!.. Kerreenn..
Akhirnya... To be continue...
Sunday, October 25, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment